Foundation
Mengapa Kami Berdesain
Design bukan sekadar membuat sesuatu terlihat berbeda.
Sebelum sebuah bentuk dibuat, ada alasan mengapa bentuk itu perlu ada.
CHAPELLIA melihat desain sebagai cara untuk menerjemahkan sebuah gagasan menjadi sesuatu yang dapat dilihat, disentuh, dan digunakan.
Karena itu, proses desain tidak dimulai dari pertanyaan:
"Apa yang sedang terlihat bagus?"
Tetapi dari pertanyaan:
"Apa yang ingin disampaikan?"
Sebuah bentuk dapat menjadi sederhana.
Sebuah warna dapat menjadi tenang.
Sebuah detail dapat hampir tidak terlihat.
Tidak semuanya harus menarik perhatian.
Yang penting adalah setiap keputusan memiliki tempatnya.
Desain bagi CHAPELLIA bukan tentang menambahkan sebanyak mungkin.
Justru sebaliknya.
Semakin banyak kemungkinan yang tersedia, semakin penting untuk mengetahui apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus dihilangkan.
Kompleksitas adalah bagian dari proses. Kejelasan adalah bagian dari hasil.
Pada akhirnya, desain bukan hanya tentang bagaimana sebuah objek terlihat.
Desain adalah tentang bagaimana sebuah gagasan menemukan bentuknya.
Keputusan di Balik Desain
Sebuah desain tidak terbentuk dari satu keputusan besar.
Ia terbentuk dari banyak keputusan kecil.
Proporsi.
Potongan.
Material.
Warna.
Penempatan logo.
Jarak.
Konstruksi.
Cara sebuah bagian bertemu dengan bagian lainnya.
Masing-masing mungkin terlihat sederhana jika berdiri sendiri.
Tetapi ketika semuanya berada dalam satu objek, keputusan-keputusan tersebut membentuk karakter.
Karena itu, CHAPELLIA tidak melihat detail hanya sebagai dekorasi.
Sebuah detail dapat mengubah cara sebuah objek terasa.
Sebuah perubahan kecil pada proporsi dapat mengubah siluet.
Sebuah pilihan material dapat mengubah bagaimana cahaya jatuh pada permukaan.
Sebuah logo yang ditempatkan di tempat berbeda dapat memberikan fungsi dan bahasa yang berbeda.
Tidak semua keputusan harus dijelaskan kepada orang yang melihatnya.
Tetapi setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan dalam proses pembuatannya.
Kesengajaan lebih penting daripada kompleksitas.
Desain yang baik tidak selalu mengatakan semuanya.
Kadang ia hanya memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang berada di sana tanpa alasan.
Dari Pemikiran Menjadi Bentuk
Sebuah desain jarang langsung menjadi bentuk akhirnya.
Ada saat ketika sebuah gagasan masih berupa bayangan.
Kemudian ia mulai diterjemahkan menjadi sketsa, proporsi, material, konstruksi, dan kemungkinan bentuk.
Tidak semuanya berhasil.
Ada yang terlihat tepat tetapi terasa salah.
Ada yang menarik pada awalnya tetapi tidak bertahan setelah diuji.
Ada yang terlalu banyak.
Ada yang terlalu sedikit.
Karena itu, desain membutuhkan keberanian untuk mengubah keputusan yang sebelumnya sudah dibuat.
Mencoba kembali.
Mengurangi.
Menggeser.
Menghapus.
Membuat ulang.
Bukan karena proses sebelumnya tidak berarti.
Tetapi karena setiap percobaan memberikan informasi baru tentang apa yang sebenarnya ingin dicapai.
Bentuk akhir bukan hanya hasil dari ide pertama.
Ia adalah hasil dari seluruh keputusan, koreksi, dan penolakan yang terjadi sepanjang perjalanan.
Desain bukanlah gagasan pertama. Desain adalah apa yang tersisa setelah keputusan yang tepat dibuat.
Dan ketika akhirnya sebuah gagasan menjadi objek, proses sebelumnya tidak benar-benar hilang.
Ia menjadi bagian dari sejarah objek tersebut.